TOURISM - TRADE - INVESTMENT

8/23/2017

Kreatifood 2017, Tingkatkan Pembangunan Ekonomi Kreatif Sumsel


 

Palembang-Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, Triawan Munaf, resmi membuka kegiatan Kreatifood 2017 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa (22/8).  

Perhelatan yang digelar guna mendukung industri kuliner Indonesia tersebut mengangkat tema “Kopi Kita Kopi Giling Lokal ” (Koling Lokal), berlangsung 22 sampai 27 Agustus 2017.
 

 Palembang menjadi kota pertama digelarnya Kreatifood 2017 bersamaan dengan kegiatan Festival Sriwijaya, merupakan kegiatan festival seni dan budaya yang berlangsung setiap satu tahun sekali. Setelah Palembang, Kreatifood 2017 berlanjut di Pantai Losari, Makassar Sulawesi Selatan, 6 sampai 10 September 2017 mendatang.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada badan ekonomi kreatif Indonesia yang sudah menggelar kegiatan Kreatifood 2017 di Palembang. Menurut Alex, kegiatan tersebut menjadi wujud kesiapan Sumsel mendukung suksesnya pembangunan ekonomi kreatif Indonesia.

“Tema “Kopi Kita Kopi Giling Lokal” sangat tepat karena kopi terbaik berasal dari Sumatera Selatan yakni Semendo Coffee,” ujar Alex.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Alex Noerdin juga sempat menceritakan tentang pengalamannya saat menikmati kopi di salah satu restoran ternama di New York Amerika Serikat.

“Saat itu saya sedang berada di bandara New York, karena pesawat delay jadi saya mampir ke starbucks, saya lihat Semendo Coffee berada list menu teratas disana dengan harga jual tertinggi, Ini membuktikan bahwa Kopi Semendo merupakan salah satu kopi terbaik di dunia,” terangnya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf mengatakan, Kopi Giling Lokal saat ini telah menjadi trend tersendiri di masyarakat Indonesia, sehingga menjadikan industri kopi olahan di Indonesia meningkat. Menurutnya, Bekraf telah berupaya mendorong dan meningkatkan potensi kopi lokal bukan sekedar komoditi tetapi juga menjadi gaya hidup bagi pecinta kopi di Indonesia.

Untuk itu, ajang Kreatifood 2017 Palembang sengaja melibatkan Asosiasi Kopi Nasional dan Lokal, para pengusaha dibidang kopi serta pengusaha kuliner lokal di kota Palembang, termasuk para Start up dibidang kuliner yang menjadi program binaan Deputi Akses Permodalan Bekraf.

“Mulai dari Expo kopi, demokreasi kopi dari bebeberapa ahli kopi terkenal serta berbagai kegiatan tentang kopi diadakan disini dengan melibatkan partisipasi masyarakat kota Palembang,” terangnya.

Lanjut Triawan Munaf, Bekraf sendiri merupakan sebuah lembaga baru berasal dari inisiatif Presiden RI, Joko Widodo yang berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Melalui Kreatifood 2017, Kita siap mendukung pembangunan ekonomi kreatif Provinsi Sumatera Selatan. Perlu di ketahui, kita tidak boleh bermain-main dengan ekonomi kreatif karena telah terbukti mempunyai kontribusi yang besar kepada negara,” pungkasnya.(Sumber : korankito.com)

8/20/2017

INASGOC Bahas 3 Hal dalam Rapat Delegasi Teknik Asian Games 2018 di Jakarta

Panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) menggelar rapat delegasi teknik kedua di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Kamis (17/8). “Indonesia terus berbenah mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan pesta antar bangsa Asia. Saat ini, persiapan venue sudah mencapai 89 persen. Pada meeting kali ini kami, INASGOC mengharapkan bantuan Komite Olimpiade Asia (OCA) untuk kelancaran event ini,” kata Ketua Umum Inasgoc, Erick Thohir. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan 48 delegasi teknik dari berbagai negara di benua Asia. Direktur Asian Games OCA, Haider AHE Farman menyatakan bahwa OCA memerlukan laporan dari seluruh delegasi teknik untuk persiapan pertandingan paling lambat akhir pekan ini.

“Technical Delegate Meeting (TDM) berjalan sesuai dengan timeline. Kami akan menyediakan segala keperluan para delegasi Kami berharap nantinya akan terjadi koordinasi yang baik antara OCA dan INASGOC. Pada rapat selanjutnya, kami berharap ada keputusan yang lebih nyata dan hasil akhir untuk disetujui bersama,” ujar Haider.
Rapat delegasi teknik juga membahas tiga hal yakni sport and detailbroadcast, dan kesiapan venue.
Hingga saat ini akan ada 431 event yang digelar. Namun, semua dapat berubuah sesuai dengan hasil akhir rapat delegasi teknik.
Broadcast TV nantinya harus disesuaikan dengan cabang olahraga. Sebagian besar cabang olahraga akan ditayangkan secara langsung, tetapi beberapa di antaranya akan direkam.
“Ada beberapa venue yang dijadwalkan selesai di awal tahun depan. Misalnya, boling, empat venue sepak bola di Jawa Barat yang masih harus direnovasi, Namun, secara garis besar berjalan dengan positif,” Erick.
Keputusan pada rapat delegasi teknik kali ini belum bersifat final. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada awal 2018.

8/19/2017

Mantan penyiar yang sukses di pariwisata

Bisnis pariwisata membesarkan Johnnie Sugiarto. Memulai bisnis dari radio di Palembang, kini, bisnis Johnnie terus menggurita, dari lounge, biro wisata, pusat hiburan, serta hotel dan resor di banyak kota. Omzet usahanya ratusan miliar rupiah.
Potensi pariwisata Indonesia yang begitu besar bisa mendatangkan untung melimpah bagi mereka yang bisa memanfaatkannya dengan baik. Salah satu pengusaha yang berhasil di bidang ini adalah Johnnie Sugiarto. Lewat El John Group, selama 20 tahun lebih, ia sukses mengelola beberapa hotel, pusat rekreasi, media (Travel Club dan Travel Review), serta beberapa bisnis pendukung sektor ini.
Saat ini, El John Group mengelola 12 executive lounge di beberapa bandara di Indonesia. Ia juga memiliki enam hotel di bawah nama Parai di beberapa kota di Sumatra dan Kalimantan. Beberapa kawasan wisata seperti Teleng Ria Pacitan, pemandian Tirta Tapta di Bangka, dan Teluk Gelam di Sumatra Selatan dikelola anak usahanya. Selain itu, ia punya bisnis jasa penerbangan Indonesia Air Ambulance, khusus untuk pelayanan orang sakit. Total omzet bisnis El John Group mencapai ratusan miliar setiap tahun.
Untuk meraih kesuksesan seperti sekarang, Johnnie harus bekerja keras. Terlahir dari keluarga biasa di Sungaipenuh, Jambi, sejak kecil, Johnnie dan delapan saudaranya harus bekerja untuk bisa menyokong kehidupan keluarga. “Untuk membiayai kami agar bisa sekolah, kakak saya harus menjadi tukang tambal ban sepeda di pinggir jalan,” kenang dia. Ia juga pernah menjadi penjual rokok untuk ikut menanggung biaya sekolah dua adiknya.
Kondisi semakin susah ketika ayah Johnnie harus meringkuk di penjara lantaran masalah politik. Ia mengaku tidak mengetahui persis apa masalahnya kala itu. Ia hanya ingat pesan dari ayahnya. Sang ayah bilang, jika tidak mengetahui politik, sebaiknya ia tidak ikut-ikutan.
Selesai bersekolah menengah atas di tahun 1970-an, Johnnie merintis karier di bidang jurnalistik. Awalnya, dia bekerja menjadi penyiar radio di Palembang. Ia lantas menjadi wartawan di Harian Berita Ekspress Palembang. “Saat bekerja di radio, saya bermimpi bisa membeli radio tersebut,” ujar dia.
Mimpi yang awalnya hanya sekadar angan ternyata terwujud. Dua tahun setelah dia bekerja, pemilik stasiun radio bilang ingin menjual. Ia mencari cara agar bisa membelinya. Maklum, saat itu, dia memang tidak mempunyai uang.
Akhirnya, Johnnie sepakat dengan sang pemilik radio untuk membeli secara mencicil. Ia berusaha mendapat masukan pendapatan dari para pengiklan. Usaha itu ternyata berhasil. Akhirnya, dari pendapatan iklan, ia berhasil melunasi kewajibannya ke pemilik lama.
Bisnis biro perjalanan
Tidak puas hanya memiliki radio, Johnnie lantas mencoba menjajaki sektor lain. Ia mencoba berbisnis kontraktor dan pemasok barang. “Waktu itu, ada teman yang mengajak berbisnis,” jelas dia. Tapi, ternyata, bisnis kontraktor dan pemasok itu tidak sesuai dengan hati nuraninya. Dia beranggapan, bisnis tersebut sarat dengan tipu muslihat. Setelah menjalani bisnis itu selama lima tahun, ia memutuskan keluar.
Awal 1980, Johnnie mencoba masuk ke bisnis pariwisata dengan mendirikan biro perjalanan. Minat di bisnis ini muncul tidak sengaja. Saat masih di radio, ia sering menawarkan paket berlibur ke suatu tempat dengan membayar sejumlah uang. Ternyata, cukup banyak orang tertarik. “Kalau diajak jalan dalam satu kelompok, orang suka. Sebagai penyedia jasa, kami juga suka kalau pelanggan puas,” kata dia.
Setelah bisnis biro perjalanan berhasil, pada tahun 1984, Johnnie mengembangkan bisnis pendukung biro perjalanan, yakni bisnis hotel. “Kalau punya biro perjalanan, kami juga harus punya tempat penginapan,” imbuh dia. Ia membangun hotel pertama di Batam. Selanjutnya, ia juga membangun di Bangka, Papua, dan kota lainnya.
Dari sisi modal, Johnnie mengaku tidak memiliki banyak duit untuk mengembangkan bisnisnya. Karena itu, ia memiliki strategi menggandeng pihak lain. Di bisnis perhotelan dan pengelolaan kawasan wisata, ia banyak menjalin bekerja sama dengan pemerintahan daerah. “Lahannya dari mereka, namun modal tetap berasal dari saya,” jelas dia.
Sebagian modal investasi yang ditanamkan Johnnie di bisnis memang berasal dari kantongnya. Tapi, ada juga pinjaman dari beberapa bank, seperti Bank Mandiri dan BCA. Kepercayaan dari pihak perbankan dan pemerintah daerah ini membuat dia makin mudah melebarkan sayap bisnis.
Saat ini, meski potensi pengembangan hotel di banyak kota cukup bagus, Johnnie lebih menggarap Bangka dan Lombok. “Setelah ada bandara baru, dua pulau itu akan menjadi alternatif pariwisata yang menarik selain Bali,” ujar dia seperti dinukil dalam laman kontan.co.id. (Sumber: britabrita.com)

8/15/2017

Festival Pesona Bunaken 2017 Bangkitkan Pelestarian Budaya dan Alam Manado



Festival Pesona Bunaken 2017 berlangsung meriah. Perhelatan yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu bakal meningkatkan pelestarian budaya dan alam di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.
“Dengan festival ini pasti muncul pelestarian, di mana unsurnya ada perlindungan dan pemanfaatan. Unsur ini akan menjaga budaya dan alam di Bunaken. ini harus terus dilakukan dan dijaga,” ujar Staff Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Hari Untoro Drajat saat membuka Festival Pesona Bunaken 2017 di Pulau Bunaken, 12 Agustus 2017.
Dampaknya terhadap pelestarian budaya, imbuh Hari, mengambil contoh dari tarian-tarian yang disajikan di acara pembukaan. Kata dia, regenerasi tarian itu membuat budaya akan abadi di tanah air Indonesia.
“Dengan mengajarkan tarian ke anak-anak, dan masuk ke dalam rangkaian festival, itu akan membuat budaya lestari. Seperti yang kerap diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, pariwisata semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata pria yang juga masuk dalam tim percepatan wisata budaya berkelanjutan kawasan Borobudur Kemenpar itu.
Untuk pelestarian alam, imbuh Hari, festival yang rutin digelar setiap tahun ini menggelar action dengan bersih-bersih sampah dan pulau, bagian rangkaian ini membuat alam yang sering dikunjungi Wisman ini akan tetap terawat dan cantik.
“Pariwisata itu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara langsung, cepat dan murah. Ayo dengan festival ini kita lestarikan semuanya untuk masyarakat kita juga,”kata Hari yang disambut tepuk tangan meriah pengunjung di acara pembukaan tersebut.  Dalam acara pembukaan, pihak Kemenpar didampingi Ketua Panitia Acara Robby Dondokombey dan Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mawengkang.
Dalam acara tersebut digelar beberapa acara yang menarik. Diantaranya adalah, Bersih-bersih Bunaken, Pentas Seni dan Budaya, Tarian 4 Wayer Bersama Turis, Fun Games Volley Pantai, Lomba Balap Perahu Dayung, Lomba Perahu Katinting Hias, Free mass Snorkling – MedSos, Promotion Games tradisional, Pesta Ikan Bakar dan juga hadir  penyanyi  Gio Idol.
“Ayo jaga Bunaken, sambut wisatawan dengan senyum, kita semua harus jaga Bunaken,” kata Gio di atas panggung.
Datang juga ratusan wisatawan Tiongkok yang hadir ke acara tersebut. Mereka berenang, bernyanyi, berjoget dan berbaur dengan masyarakat setempat. Seperti diketahui, penerbangan dari Tiongkok ke Manado melonjak tinggi pasca banyak maskapai yang melakukan charter flight.
Lantas apa saja yang bisa dinikmati di Bunaken ? Kadispar Sulut menjamin wisatawan bakal puas dan akan kembali lagi ke Manado pasca Festival Bunaken 2017. Daniel menjamin bahwa pemandangan under water Bunaken terbaik di dunia. Untuk ke Manado juga sangat gampang dan Kadis siap memberikan tipsnya.
Kata dia, bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado menggunakan pesawat terbang, jalan ke Pulau Bunaken dari bandara tak begitu jauh. Anda hanya perlu mencapai pelabuhan atau dermaga di Manado untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke Pulau Bunaken.
Wisatawan dalam jumlah kecil yakni satu atau dua orang, disarankan untuk berangkat dari dermaga Kuala Jengki. Dari Bandara Sam Ratulangi, wisatawan dapat naik angkutan umum ke Terminal Pal 2. Setelah itu dapat menyambung angkutan umun lagi ke Pasar 45. Dari sana, Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk sampai ke dermaga Kuala Jengki.
Perjalanan ke Pulau Bunaken dari Kuala Jengki pun tak jauh. Hanya 45 menit, Anda akan langsung sampai ke salah satu surga menyelam di dunia. Wisatawan hanya perlu naik kapal atau biasa disebut taksi oleh warga lokal. Tarifnya pun tak mahal, hanya Rp 30.000 untuk satu kali jalan menuju ke Pulau Bunaken. Kendati demikian, penumpang harus sabar. Pasalnya, kapal ini akan jalan, setelah terisi penuh.
Sementara itu, jika tak mau repot, maka perjalanan lewat agen wisata dapat dinikmati wisatawan. Banyak agen kini sudah muncul lewat sistem online. Anda dapat memilih kriteria agen perjalanan Anda sendiri untuk sampai di Pulau Bunaken.
Sesampai di Pulau Bunaken, jika lewat agen wisata, tak perlu repot. Sebab, semua fasilitas sudah disediakan, baik untuk penginapan, makan, hingga permainan untuk snorkeling  atau diving. Jika Anda backpacker, tentu harus mencari tempat untuk singgah dan lainnya. Jenis tempat penginapan di Pulau Bunaken cukup banyak. Mulai dari rumah penduduk,  homestay sampai resor. Masing-masing menawarkan sensasi dan fasilitas berbeda-beda.
Rumah penduduk, misalnya, Anda tak perlu bayar mahal. Cukup meminta izin kepada pemilik rumah, dan Anda bisa berbagi biaya memasak untuk makan per harinya. Sementara itu, untuk homestay dan resor, minimal Anda bisa membayar sekitar Rp 200.000 dan Rp 1.000.000. Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang ditawarkan pun berbeda-beda.
Bagi para backpacker, Anda dapat menyewa alat-alat snorkeling dengan harga cukup murah yakni Rp 100.000 per harinya. Sementara itu, untuk diving, para pemilik penyewaan alat-alat punya kisaran harga tersendiri.
Sekadar tips bagi Anda yang hendak berkunjung ke Pulau Bunaken, tempat tersohor ini ramai dikunjungi pada bulan Mei hingga Agustus. Sementara itu, pada bulan Desember hingga Januari, air di laut pasang.
Maka, wisatawan disarankan berkunjung di bulan-bulan di luar musim padat kunjungan maupun saat air laut pasang.
”Ingat, kebersihan harus dijaga, untuk pemerintah setempat juga terus menggenjot akses, amenitas dan atraksi yang semakin membaik dan profesional di Pulau Bunaken,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya.