TOURISM - TRADE - INVESTMENT

9/15/2017

Gangguan Trafo IBT dan Gardu Induk Keramasan menyebabkan pemadaman listrik


Palembang, – Terkait adanya pemadaman listrik yang terjadi di berbagai tempat yang ada di Palembang. disebabkan Karena adanya gangguan Trafo Inter Bus Transformer (IBT) 100 Mva 1 & 2 di Gardu Induk Keramasan. Gardu tersebut menghubungkan sistem 150 kV-70kV yang berdampak padamnya beberapa Gardu Induk (GI) dalam kota.
“Pada hari Selasa (12/9) Jam 18:26 terjadi gangguan di GI Keramasan sehingga berdampak padamnya GI Bungaran, GI Bukit Siguntang, GI Talang Ratu, dan IPP TG Musi II,” ujar Rosmalina Humas PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi & Bengkulu (WS2JB) Rabu (13/9).
Rosmalina menambahkan, saat ini pihaknya telah terjun kelapangan untuk melakukan pemulihan dan perbaikan. “Tengah malam tadi tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan, kami atas nama PLN WS2JB mohon maaf kepada pelanggan listrik di Palembang atas ketidak nyamanannya,” pungkasnya.(Bra) (sumber: detiksumsel.com)

KPPBC TIPE MADYA PABEAN B PALEMBANG HIBAHKAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) EKS KEPABEANAN BERUPA 9.120 MATA CANGKUL

PALEMBANG,14/09/2017Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumbagsel Aflah Farobi dan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang Meidy Kassim serta beserta Pejabat Undangan melaksanakan Kegiatan menghibahkan Barang Milik Negara Eks Kepabeanan di Halaman KPPBC Tipe Madya Pabean B Palembang Kamis 14 September 2017 berupa 9.120 buah Mata Cangkul dengan taksiran nilai Rp.273.600.000,-.
Mata Cangkul ini diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani “TANI MULYO”Desa Sido Mulyo Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan. Mata Cangkul ini merupakan ex hasil penindakan Kepabeanan pada tanggl 30 Nopember 2016 terhadap  barang Impor yang diberitahukan pada Pemberitahuan Impor Barang (PIB) No.3016 tanggal 29 November 2016 dan No.3024 tanggal 29 November 2016 karena merupakan barang yang termasuk kategori Larangan / pembatasan impor yang tidak diberitahukan secara tidak benar sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 (4) UU No.17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Mata Cangkul Yang Dihibahkan tersebut telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara ( BMN ) sesuai keputusan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean B Palembang No. KEP-01/BMN/WBC.05/KPP.MP.01/2017 dan KEP-04/BMN/WBC.05/KPP.MP.01/2017 tanggal 03 Januari 2017 dan telah mendapatkan persetujuan Hibah dari Menteri Keuangan sesuai Surat Persetujuan dari Kepala Kantor DJKN Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung No. S-13/MK.05/WKN.04/2017 tanggal 21 Juni 2017.

Berdasarkan Surat Permohonan dari Gabungan Kelompok Tani “TANI MULYO” No.02/G.TM/05/2017 tanggal 22 Mei 2017 juga berdasarakan pertimbangan Mata Cangkul ini dihibahkan agar dapat dipergunakan untuk keprluan social sebagaiman dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan No.240/PMK.06/2012 tentang Cara Pengelolaan Brang Milik Negara yang berasal dari Aset eks Kepabeanan dan Cukai. 

9/05/2017

Mari Vote Online Wonderful Indonesia Sebelum 11 September 2017

Menteri Pariwiwsata Arief Yahya mengajak masyarakat ikut berpartisipasi untuk mendukung Wonderful Indonesia memenangkan Kompetisi Video yang digelar United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Seluruh manajemen dan staff Batam View Beach Resort dengan langsung ikut vote Wonderful Indonesia melalui smartphone masing-masing. “Ikuti ajakan Menpar Arief Yahya, kami dan 200 staff yang merupakan keluarga besar Batam View Beach Resort sudah log in dan vote buat Indonesia dalam acara UNWTO Favourite video,” kata Anddy Fong, General Manager Batam View Beach Resort. Bukan hanya manajemen dan staff karyawan, Anddy Fong juga meminta kepada seluruh karyawan untuk bantu vote bersama keluarga dan teman teman yang lain. Anddy juga berharap semua masyarakat Indonesia dari semua kalangan ikut membantu vote memenangkan Wonderful Indonesia di ajang UNWTO ini. “Kemenangan nanti adalah kemenangan buat kita semua, buat Pariwisata Indonesia,” ujarnya. Indonesia kembali bersaing dengan negara-negara lain dalam bidang pariwisata di ajang UNWTO Award-Tourism Video Competition. Kali ini video Wonderful Indonesia berjudul ‘The Journey Through Wonderful Indonesia’ masuk dalam kategori People’s Choice Awards. Video Wonderful Indonesia akan bersaing dengan lebih dari 60 video promosi pariwisata di dunia. The Journey to a Wonderful World Indonesia. Selain itu, budaya adat Raja Ampat di Desa Sawingrai hingga panorama alam Sembalun di NTB turut dimasukkan di dalam video. Tak lupa juga Gili Trawangan dan Wakatobi yang populer akan keindahan alam bawah lautnya. Semua merupakan destinasi yang tengah dipopulerkan oleh Kemenpar. Wisatawan pun bisa membantu Wonderful Indonesia untuk memenangkan penghargaan, caranya dengan melakukan vote secara online http://lmd.unwto.org/unwto-to urism-video-competition-2017. Selain melakukan vote secara online, wisatawan juga diperbolehkan untuk menyebar tautan video Wonderful Indonesia di sosmed pribadi dengan disertai tagar #UNWTOGAChina. “Ayo bantu kami mempromosikan Wonderful Indonesia lewat vote di ajang UNWTO tahun ini. Yuk, kita serbu! Kita menangkan vote via digital tersebut,” ajak Menpar Arief Yahya.



9/04/2017

Indonesia Bakal Jadi Tamu Kehormatan Europalia Arts Festival

ELJOHNRADIO.NEWS. Indonesia bakal menjadi perhatian negara-negara Eropa. Selama empat bulan mulai Oktober 2017 hingga Januari 2018, negara-negara Eropa bakal disuguhkan keindahan ragam budaya Indonesia. Hal ini menyusul ditunjuknya Indonesia sebagai tamu kehormatan ajang dua tahunan kegiatan kebudayaan terbesar di Eropa, Europalia Arts Festival 2017.
Masyarakat di tujuh negara eropa seperti Inggris, Belanda, Belgia, Jerman, Polandia, Prancis dan Austria, akan dibuai dengan indahnya budaya Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, akan ada 460 seniman yang diboyong ke berbagai kota di negara tersebut.Mereka akan tampil dalam 228 agenda kegiatan budaya. Yakni 69 pertunjukan tari dan teater, 71 pertunjukan musik, 36 karya sastra, 38 karya film dan 14 pameran.
Selain itu juga terdapat program arsitektur bertajuk Specific-Generic-Tribe dengan tema Heritage, Contemporary, Creation dan Exchange.
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, Europalia bersama dengan delegasi Indonesia menjadi wadah yang dipersembahkan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia dalam ajang yang akan menampilkan seni budaya tradisional dan kontemporer multidisiplin yang mengangkat keberagaman seni dan budaya Indonesia bertajuk “Rampai Indonesia”.
“Ini adalah acara Indonesia. Kebetulan Kemendikbud diminta untuk menyiapkan penyelenggaraan. Dapat dilaporkan bahwa persiapan pelaksanaan acara ini sudah mencapai 90 persen terkait keberangkatan tidak kurang dari 480 seniman belum termasuk official dan tenaga teknis untuk terlibat dalam tidak kurang dari 220 event,” ujar Hilmar Farid dalam soft launching Europalia Arts Festival 2017, Kamis (31/8) siang di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Tidak hanya penampilan ragam budaya, dalam kegiatan ini juga akan dihadirkan pameran komik Indonesia. Hal ini menjadi istimewa karena Brussels di Belgia adalah ibu kota komik dunia. Sehingga kehadiran Indonesia nantinya betul-betul tepat dengan menghadirkan tradisi seni grafis Indonesia yang luar biasa kaya.
Hilmar menjelaskan, penyelenggaraan acara ini akan berjalan dengan asas terhadap tiga faktor sukses. Yaitu yang pertama adalah sukses penyelenggaraan. Mengingat kehadiran Indonesia ini merupakan misi yang sangat besar dan akan menjadi sorotan dunia, khususnya Eropa.
“Menyangkut berton-ton benda museum dan benda seni untuk dipamerkan di sana dan juga sekitar 400 orang dalam rentang waktu 104 hari. Ini memang satu misi kesenian yang besar,” kata Hilmar Farid.
Sukses kedua adalah sukses promosi. Tentunya kita ingin hadir di Eropa bukan sekadar menampilkan kesenian, tetapi juga menghadirkan Indonesia di dataran eropa. Khususnya melalui bahasa kesenian. “Tentu kita sangat berharap Kementerian Pariwisata yang mengampu promosi Indonesia di mancanegara dapat terlibat aktif dalam program ini,” ujar Hilmar.
Sukses ketiga, sesuai arahan presiden adalah Gain, dalam artian apa yang bisa didapat dari penyelenggaraan event sebesar ini. Mulai dari trade, tourism dan investment. “Jadi ini adalah festival kesenian, tapi dengan misi yang multi dimensi. Kesempatan ini untuk menghadirkan Indonesia secara pantas di pentas dunia,” ujar Hilmar.
Sementara Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani dalam sambutan yang disampaikan Deputi Pendidikan dan Agama Agus Sartono mengatakan, terpilihnya Indonesia menjadikan Indonesia sebagai negara keempat di Asia, dan menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang menjadi tamu kehormatan Europalia Arts Festival yang berlangsung sejak tahun 1969.
Festival dua tahunan ini merupakan salah satu festival seni dan kebudayaan terbesar di dunia sehingga sebuah kesempatan dan peluang yang baik sekaligus tantangan untuk menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya akan karya-karya seni dan budaya, khususnya pada masyarkat Eropa. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang mempunyai potensi alam dan budaya beragam, dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.
“Sebagai negara tamu kehormatan, tentunya Indonesia diharapkan dapat menampilkan berbagai keragaman seni dan budaya Indonesia yang toleran, demokratis dan modern yang berasal dari berbagai pelosok tanah air yang kaya akan budaya dan tradisi,” ujar Puan.
Puan mengatakan, ragam seni budaya yang ditampilkan nanti telah melalui hasil kurasi karya seni oleh kurator Europalia Indonesia dan Europalia internasional. Berbagai disiplin artis akan ditampilkan melalui dasar empat pilar.
Yaitu heritage, menampilkan warisan budaya Indonesia. Kedua Contemporary, yaitu pertunjukan seni kontemporer Indonesia. Ketiga creation, menampilkan hasil kreasi baru karya para seniman Indonesia.
“Dan yang terakhir Exchange, yakni kolaborasi seni yang dihasilkan secara persamaan oleh seniman Indonesia dan Eropa,” kata dia.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik dan mendukung penuh kehadiran Indonesia di ajang Europalia Arts and Festival 2017. Menurut Menpar kegiatan ini menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk menunjukkan berbagai karya seni dan budaya terbaik ke pentas dunia khususnya masyarakat Eropa.
Dari sisi faktor sukses penyelenggaraan, Menpar melihat dengan banyaknya seni budaya yang ditampilkan, penting untuk dapat menghadirkan filosofi dari karya seni tersebut. Hal itu agar publik internasional, dalam hal ini masyarakat Eropa, mengerti maksud atau makna atas sajian budaya yang ditampilkan.
“Jadi penting untuk sebelum ditampilkan, disampaikan sinopsis singkat mengenai makna dari karya seni tersebut,” kata Menpar Arief Yahya.
Hal ini penting karena di dunia pariwisata ada tiga hal yang dapat “dijual”. Yakni product, process dan philosophy. 
Menpar mencontohkan Bali yang dinobatkan sebagai The Best Destination in The World oleh TripAdvisor. Di Bali tiga hal tersebut sudah sangat kuat dan mengakar. Produk misalnya, berupa tarian atau seni musik. Kemudian prosesnya adalah bagaimana anak-anak berlatih menari di Bali. Kehidupan di Bali sudah menjadi atraksi.
“Tapi yang buat Bali itu hebat adalah filosofinya, dimana keseharian kehidupan keagamaanya yang tampak. Singkat kata, kalau sesuatu itu menjadi hebat pasti karena dia punya filosofi yang kuat. Sedangkan produk budaya kita sangat jarang akar budayanya diambil untuk kemudian diangkat. Karena itu, sinopsis perlu untuk menampilkan seperti apa filosofinya,” ujar Menpar.
“Jadi mohon saat ditampilkan, apa dan mengapa tarian itu dihadirkan, apa yang membuat tarian itu hebat, perlu juga diangkat,” kata Menpar.
Sementara untuk faktor kesuksesan promosi, Menpar akan memaksimalkan berbagai hal yang dimiliki Kemenpar untuk berpromosi. Ia menjelaskan, sebelumnya materi promosi kehadiran Indonesia di ajang Europalia Arts Festival 2017 telah ditayangkan di berbagai media. Di media elektronik, telah ditayangkan di stasiun televisi BBC, Bloomberg dan media lain. Begitu juga di media digital seperti TripAdvisor, Google dan YouTube serta media-media sosial.
Selain itu juga media-media promosi luar ruang yang tersebar di berbagai negara eropa. Di Prancis, sebanyak 16 bus akan di-branding dengan Europalia. Begitu juga Black Cab di London serta media luar ruang di Belgia. Semuanya akan dibranging terkait Indonesia menjadi tamu kehormatan di Euroalia Arts Festival 2017.
Menpar menekankan bahwa Kementerian Pariwisata akan “all out” dalam segi promosi. Sebab menurutnya, selama ini lemahnya penyelenggaraan satu event adalah minimnya anggaran untuk promosi.
Culture and nature resources kita itu selalu top 20 di dunia, tapi masalahnya tidak ada (masyarakat internasional) yang tahu. Country branding kita juga sebelumnya tidak masuk rangking dunia. Karena itu saya keras sekali bahwa harus 100 persen alokasikan untuk promosi. Ini agenda nasional untuk kebanggaan bangsa,” kata Menpar.
Terakhir untuk sukses pemberdayaan masyarakat dan ekonomi, dalam hal ini kehadiran Indonesia harus dapat memberi hasil di tiga bidang. Yakni Trade, Tourism dan Investment. Untuk itu Menpar meminta agar bisa langsung memonetised dengan mengurutkan negara-negara dengan potensi paling besar.
“Kita harus bisa menjadi yang terbaik dan terbesar,” ujar Menpar. (Sumber Kemenpar)